Kanker pada Anak Muda
Penyakit kanker sebagian orang mengetahuinya sebagai penyakit yang menyerang orang lanjut usia, memang faktor umur juga mempengaruhi, tetapi bukan berarti anak muda terbebas dari penyakit kanker. Dilansir dari detikhealth pada tiga dekade ini kasus kanker yang menyerang anak muda atau usia di bawah 50 tahun naik sebesar 79 persen. Dengan naiknya kanker pada usia di bawah 50 tahun bisa disebabkan oleh beberapa faktor, selain genetik juga faktor lainnya yang datang dari individu itu sendiri maupun lingkungannya.
Prof Afu dilansir dalam detikhealth menyebutkan bahwa kasus kanker yang ditemui faktor gaya hidup lebih banyak menjadi penyebab kanker dibanding dengan faktor genetik. Gaya hidup anak muda yang buruk juga dapat menjadi faktor utama terserang kanker. Gaya hidup buruk seperti merokok, minum alkohol, mengkonsumsi junk food, jarang olahraga, faktor-faktor tersebutlah yang dapat menjadi faktor utama munculnya kanker.
Dalam rokok terkandung berbagai zat yang bahaya bagi tubuh, bahkan dalam wadah rokok sudah terpampang secara jelas mengenai penyakit-penyakit yang dapat menyerang apabila merokok, terutama merokok berlebihan atau perokok aktif, bahkan slogan “merokok membunuhmu”. Perokok pasif yang menghirup asap rokok yang mengandung berbagai zat kimia yang mana memiliki dampak jangka pendek maupun panjang. Pada anak muda sekarang merokok menjadi hal yang umum, terlebih lagi sekarang rokok bahkan terdapat dalam bentuk vape, yang tersedia berbagai “rasa” yang ditawarkan, vape bagi anak muda mungkin sebagai rokok yang “gaul”, tapi bukan berarti tidak ada efeknya, pada dasarnya sama-sama rokok. Bagi perokok pasif, menghirup asap rokok jangka panjang dapat menyebabkan kanker paru-paru, dengan kata lain bahkan asap dari perokok aktif dapat menyebabkan kerugian bagi perokok pasif.
Selain rokok, gaya hidup anak muda yang lebih menyukai junk food, juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, junk food memang praktis, tapi pasti ada efeknya jika dikonsumsi jangka panjang, misalnya saja junk food yang ada di gerai-gerai, makanan manis, jeroan, dan mie instan. Mie instan yang memiliki beragam rasa yang ditawarkan, dari Indonesia sendiri maupun dari luar memang menawarkan pilihan dan rasa yang enak, bahkan dapat menyebabkan kecanduan, namun efeknya juga tidak main-main, bahan pengawet yang ada di dalamnya perlu diwaspadai. Junk food dan mie instan yang mungkin murah dan praktis, menjadi primadona, tetapi sesuatu yang instan tidak selalu baik.
Oleh karena itu, untuk mencegah terkena kanker di usia muda, jagalah gaya hidup, hindari faktor-faktor yang dapat memicunya sekalipun beralasan karena murah dan praktis, juga jangan hanya berpatok pada faktor genetik, tetapi gaya hidup juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan, jadi marilah rajin mengonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, dan selalu rutin cek kesehatan.
Sumber
Bukan Genetik, Ini 3 ‘Biang Kerok’ Makin Banyak Usia Muda di RI Kena Kanker (detik.com)
(Diakses pada 19 Juni 2024)
Duh, Kasus Kanker di Usia Muda Meningkat Drastis (detik.com)
(Diakses pada 19 Juni 2024)
Jumlah Anak Muda Kena Kanker Naik 80%, Perhatikan 7 Tanda Ini (cnbcindonesia.com)
(Diakses pada 19 Juni 2024)
7 Contoh Makanan Junk Food di Indonesia, Bisa Memicu Penyakit Kanker – Hot Liputan6.com
(Diakses pada 19 Juni 2024)