Kanker Populer di Indonesia

Kanker merupakan penyakit yang berbahaya, di Indonesia menurut WHO (dalam halodoc) kanker menempati posisi ke-3 sebagai penyakit yang paling mematikan. Jenis kanker yang paling populer di Indonesia yaitu sebagai berikut:

 

1. Kanker Saluran Pernapasan (Trakea, Bronkus, dan Paru)

Urutan pertama ditempati oleh kanker yang berhubungan dengan saluran pernapasan, yaitu paru, trakea maupun bronkus, terutama bagi laki-laki. Pasalnya, kanker ini bermula di organ paru-paru, lalu dengan mudah dan cepat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

2. Kanker Payudara

Kedua adalah kanker payudara, jenis kanker yang lebih banyak terjadi pada wanita, terlebih setelah mengalami masa menopause. Namun, risiko lebih tinggi dialami oleh wanita dengan kondisi medis bawaan, riwayat genetik tertentu, bertubuh gemuk, selalu konsumsi alkohol, memiliki payudara yang padat, berusia di bawah 11 tahun ketika mengalami menstruasi pertama, belum hamil maupun hamil di usia lebih dari 35 tahun.

3. Kanker Usus

Posisi ketiga ditempati oleh kanker usus. Risiko terjadinya kanker ini semakin besar seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Mereka yang memiliki kebiasaan minum alkohol, mengalami kegemukan, pengidap diabetes, dan sering merokok juga rentan terkena penyakit ini. Melakukan skrining kesehatan dapat mengurangi dampak negatif dari kanker usus. Tetapi, tidak semua orang mengerti pentingnya tes ini, sehingga jarang yang melakukannya dan deteksi kanker dini jarang ditemui.

4. Kanker Hati

Kanker hati yang berada di urutan keempat lebih sering terjadi pada wanita yang berusia mulai dari 67 tahun. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi cacat bawaan sejak lahir, infeksi hepatitis C dan B, konsumsi alkohol, hingga sirosis. Obesitas dan penyakit perlemakan hati juga dikaitkan dengan jenis kanker ini.

5. Kanker Serviks

Di urutan kelima ada kanker serviks, kanker ini menjadi momok untuk para wanita. Tak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Penyebabnya tak lain adalah virus HPV. Meski begitu, tidak semua jenis virus ini memicu kanker serviks, tetapi juga bisa menyebabkan kutil kelamin, bahkan tidak ada gejala kanker sama sekali. Supaya tidak terjadi, cegah dengan rutin melakukan pap smear.

6. Kanker Prostat

Kanker jenis ini hanya terjadi pada pria, biasanya pada rentang usia sekitar 50 tahun ke atas. Mereka yang konsumsi produk olahan susu berlemak tinggi dan daging merah tetapi tidak mengimbanginya dengan konsumsi buah dan sayuran lebih berisiko mengalami kanker prostat.

Semua umur bukan berarti terbebas dari kanker, dengan kata lain semua umur dapat terkena kaenker, untuk anak-anak kanker yang rentang menyerah anak-anak yaitu:

 

1. Leukemia

Leukemia termasuk salah satu kanker pada anak yang terbilang umum terjadi. Tercatat jika jumlah pengidap kanker pada anak-anak, sekitar 30 persennya mengalami leukemia.

Jenis leukemia yang paling sering terjadi adalah leukemia limfositik akut (ALL) dan leukemia myelogenous akut (AML). Gangguan leukemia tersebut mampu menimbulkan masalah berupa nyeri pada tulang dan sendi, perdarahan atau memar, demam, penurunan berat badan tanpa sebab, dan masih banyak gejala lainnya.

Jika anak ibu mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Leukemia akut bisa berkembang dengan cepat, sehingga perlu mendapatkan pengobatan segera saat terdeteksi. Dengan begitu, segala komplikasi berbahaya yang mungkin terjadi bisa dihindari. Salah satu pengobatan yang umum dilakukan adalah kemoterapi.

2. Tumor Otak dan Sumsum Tulang Belakang

Tumor otak dan sumsum tulang belakang adalah jenis kanker paling umum kedua pada anak-anak, yaitu menyumbang sekitar 26 persen dari semua kanker anak-anak. Selain itu, ada banyak jenis tumor otak dan sumsum tulang belakang serta perawatannya dapat berbeda-beda pula.

Kanker ini terjadi akibat pertumbuhan abnormal pada saraf atau sel-sel pendukung di dalam otak yang belum matang. Sel-sel abnormal ini memengaruhi otak atau sumsum tulang belakang dan menimbulkan gangguan pada gerakan, sensasi, pikiran, hingga perilaku.

Sebagian besar tumor otak pada anak-anak dimulai di bagian bawah otak, seperti otak kecil atau batang otak. Jenis tumor ini bisa menimbulkan gejala berupa sakit kepala, mual, muntah, pandangan kabur atau ganda, pusing, kejang, kesulitan berjalan atau memegang benda, dan lain-lain.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma termasuk salah satu jenis kanker yang rentan terjadi pada anak. Penyakit ini awal terbentuknya terjadi saat anak masih berbentuk embrio atau janin yang sedang berkembang. Jenis kanker ini paling rentan terjadi pada bayi dan anak kecil, tapi jarang ditemukan pada anak-anak yang usianya di atas 10 tahun.

Pertumbuhan sel kanker ini dapat terjadi pada jaringan saraf di sepanjang tulang belakang dekat leher, dada, atau perut. Sel-sel abnormal ini mengganggu fungsi bagian tubuh yang terserang dan menyebar ke area kulit, sumsum tulang, tulang, kelenjar getah bening, dan hati. Neuroblastoma juga bisa menimbulkan gejala berupa nyeri pada tulang dan demam.

4. Tumor Wilms

Tumor Wilms, sering disebut juga nefroblastoma, adalah salah satu kanker yang rentan pada anak. Gangguan ini biasanya dimulai pada satu ginjal dan sangat jarang pada dua ginjal. Tumor ini paling sering menyerang anak-anak berusia 3 sampai 4 tahun, tetapi jarang terjadi pada anak-anak di atas usia 6 tahun.

Salah satu gejala utama tumor Wilms adalah pembengkakan atau benjolan di perut. Kadang-kadang anak juga bisa mengalami gejala lainnya, seperti demam, sakit, mual, ataupun nafsu makan berkurang. Tumor Wilms menyumbang sekitar 5 persen dari semua kanker anak-anak. Jika anak ibu mengalami gejala tersebut, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

5. Limfoma

Orangtua perlu waspada bila Si Kecil tiba-tiba mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, karena hal tersebut bisa menjadi salah satu gejala limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Gejala lainnya yang bisa dialami pengidap, seperti demam, berat badan menurun, berkeringat, dan kadang-kadang juga bisa terjadi muntah dan kesulitan bernapas.

Adapun 2 jenis limfoma yang paling umum untuk menyerang adalah limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Limfoma Hodgkin menyumbang sekitar 3 persen dari kanker anak-anak, sedangkan limfoma non-Hodgkin terjadi sekitar 5 persen dari kanker anak-anak. Hal terpenting, yaitu memastikan Si Kecil terhindar dari penyakit ini.

Sumber:

https://www.halodoc.com/artikel/6-jenis-kanker-paling-populer-di-indonesia

https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-jenis-kanker-yang-sering-menyerang-anak